6 Mei 2008

FPI KORBAN SKENARIO BESAR

oleh: Noval liata
pengamat sosial dan politik
Ada beberapa poein yang terjadi di kasus Monas dan Unas yang menjadi yang menarik perhatian isu nasional. indonesia pada Sabtu (24/5) pemerintah menaikkan harga BBM rata-rata 28,7%. Kebijakan itu dilakukan di tengah protes keras berbagai lapisan masyarakat. akibatnya pada bulan mei telah terjadi berbagai kegoncangan, mulai dari dampak kenaikan harga minyak mentah dunia yang berimbas ke Indonesia, permasalah rumah tangga yang tak kunjung selesai hingga multi krisis. awal bulan mei sinyal dari pemerintah indoensia untuk menaikan harga BBM genjar menjadi konsumsi wacana pemerintah, sangkeng seriusnya pemerintah mewacanakan itu terlupakan bahwa ada Proyek Energi Alternatif yang belum terealisasi penuh oleh pemerintah akan mencari alternatif dari krisis energi ini, proyek pemerintah dengan bijik jarak pagar (Jatropha curcus linnaeus) terbengkalai begitu saja.
Penyerbuan massa terhdap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AK-KBB) oleh aktivis Laskar Komando Islam dan Front Pembela Islam (FPI) di Monas, Minggu (1/6), jika di amati dengan sederetan perkembangan politik indonesia sejak awal tahun 2008 ini memang ada beberapa hal yang sangat menarik dan itu merupakan benar-benar sebuah skenario dari para elit (elit belum tentu pemerintah namun bisa saja behubungan dengan pemerintah dan elit bisa saja adalah pemerintah). keracuan sekenario ini terlihat ketika pemerintah bernostagia dengan MUI untuk menasehati, menegor, mebekukan, mencekal, niat membubarkan Ahmadiyah yang keberadaanya di Indoensia. memang terlihat jelas bahwa AK-KBB dan FPI berbeda haluan ideology, seperti AKKBB bermazhab multikulturalme sedangkan FPI bermazhap radikalisme anti asusila. sentimen-sentinmen dari kedua belah pihak memang sudah terliahat jelas sejak tidak ada kepastian dan ketegasan tetang tindak lanjut dari fenomena ahmadiyah ini, imbasnya adalah fenomena ahmadiyah menjadi bumbu-bumbu sewaktu saat jika di perlukan maka akan di pakai oleh para elit politik yang bermarkas di Jakarta.

1 komentar:

iqbalmutt mengatakan...

"keep your upload"